Kisah Uwais Al Qarni Sang Penduduk Langit

August 15, 2017 2 Comments

Uwais Al Qarni


Kisah Uwais Al Qarni Pemuda Istimewa Yang Diceritakan Oleh Rosulullah SAW.

"Belum dikatakan berbuat baik kepada islam,orang yang belum berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tuanya." Syaikhul Jihad abdullah Azzam.








  Yaman (Uwais Al Qarni)

                                

Di Yaman, tinggalah seorang pemuda  bernama Uwais Al Qarni yang berpenyakit sopak. Karena penyakit itu tubuhnya menjadi belang-belang, walaupun ia cacat tapi ia adalah pemuda yang saleh dan sangat berbakti kepada ibunya, seorang wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan.

"Anakku, mungkin ibu tak akan lama lagi akan bersama mu. Ikhtiarkan agar ibu dapat mengerjakan haji," pinta sang ibu.

Mendengar ucapan sang ibu, Uwais termenung. Perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh, melewati padang tandus yang panas. Orang - orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Lantas bagaimana hal itu dilakukan Uwais yang sangat miskin dan tidak memiliki kendaraan? Uwais terus berpikir mencari jalan keluar.

Kemudian, dibelilah seekor anak lembu, kira-kira untuk apa anak lembu itu?. Tidak mungkin pergi haji naik lembu. Uwais membuat kandang dipuncak bukit."Uwais gila... Uwais gila...." sahut orang-orang yang melihat tingkah laku Uwais. Ya, banyak orang yang menganggap aneh apa yang dilakukannya tersebut.

Tak pernah ada hari yang terlewatkan, ia menggendong lembu turun-naik bukit. makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar pula tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi.
Setelah 8 bulan berlalu, sampailah pada musim haji. Lembu Uwais telah mencapai 100kilogram, begitu juga otot Uwais yang makin kuat. Ia menjadi bertenaga untuk mengangkat barang.

Tahukah sekarang orang orang, apa maksud Uwais menggendong lembu setip hari? ternyata ia sedang latihan menggendong ibunya.
Uwais berjalan tegap menggendong ibunya wukuf di Ka'ba, ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Dihadapan Ka'ba , ibu dan anak itu berdoa.

"Ya Allah, ampuni semua dosa ibu," Kata Uwais

"Bagaimana dengan dosamu?" tanya sang ibu keheranan.

Uwais menjawab, "Dengan terampuninya dosa ibu, maka ibu akan masuk surga. Cukuplah ridha dari ibu yang akan membawaku kesurga."

Itulah keinginian Uwais yang tulus dan penuh cinta. Allah Subhanahu wata'ala pun memberi karunia untuknya. Uwais seketika itu sembuh dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya. Tahukah kalian apa hikmah dari bulatan disisakan ditengkuknya Uwais tersebut? itulah tanda untuk Umar bin Khattab dan Ali bin Abu Thalib, dua sahabat Rasulullah untuk mengenali Uwais.

Beliau berdua sengaja mencari disekitar Ka'bah karena Rosulullah berpesan, "Di zaman kamu nanti akan lahir seorang menusia yang doanya sangat makbul. Kalian berdua, pergilah cari dia. Dia akan datang dari arah Yaman, dia dibesarkan di Yaman."

"Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu durhaka pada ibu dan menolak kewajibannya, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci pada mu banyak bicara, dan banyak bertanya, demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan)."
(HR. Bukhari dan Muslim).



  • Uwais Al Qarni pergi ke Madinah

Setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya Uwais sampai juga di kota Madinah. Segera ia mencari rumah Nabi Muhammad. Setelah ia menemukan rumah Nabi, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucap salam, keluarlah seeorang seraya membalas salamnya. Segera saja Uwais Al Qarni menanyakan Nabi yang ingin dijumpainya.

Dalam hati Uwais Al Qarni bergejolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi dari medan perang, tapi kapan nabi pulang? sedangkan masih terngiang ditelinga pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar cepat pulang ke Yaman, "engkau harus  lepas pulang." Akhirnya, karena ketaatan kepada ibunya, pesan ibunya mengalahkan suara hati dan kemauanya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi, karena hal itu tidak mungkin, Uwais AlQarni dengan terpaksa pamit kepada Siti Aisyah r.a, untuk segera pulang pergi ke Yaman.

Dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi, setelah itu, Uwais pun segera berangkat pulang mengayunkan lengkahnya dengan perasaan yang amat sedih dan terharu. Peperangan telah usai Nabi pun pulang menuju Madinah. Sesampainya dirumah, Nabi menanyakan kepada Siti Aisyah r.a, tentang tentang orang yang mencari nya. Nabi mengatakan bahwa Uwais adalah anak yang taat kepada orang tuanya, adalah penghuni langit, mendengar perkataan itu, Siti Aisyah r.a. dan para sahabat tertegun, menurut keterangan Siti Aisyah r.a. memang benar ada yang mencari Nabi dan segera pulang ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama.

Nabi Muhammad melanjutkan keterangannya tentang Uwais Al Qarni, penghuni langit itu, kepada sahabatnya, "kalau kalian ingin berjumpa dengan dia, perhatikan ia, perhatikanlah ia mempunyai tanda putih ditengah telapak tangannya."

sesudah itu Nabi memandang kepada Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Khaththab seraya berkata, "Suatu ketika kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit bukan orang bumi.". Waktu terus berganti, dan Nabi kemudian wafat, Kekhalifahan Abu Bakar telah digantikan pula oleh Umar bin Khaththab. Suatu ketika Khalifah Umar teringat akan sabda Nabi tentang Uwais Al Qarni, penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kembali tentang sabda Nabi kepada sahabat Ali bin Abi Thalib. Sejak saat itu ketika ada kafilah dari Yaman, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib selalu menanyakan tentang Uwais Al Qarni, sifakir yang tak punya apa-apa itu. yang kerjanya hanya menggembala kambing dan unta setiap hari? mengapa khalifah Umar dan sahabat Ali bin Abi Thalib selalu menanyakan dia?.

Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais Al Qarni turut bersama mereka. Rombingan Kafilah itu pun tiba dikota Madinah, melihat ada rombongan kafilah dari Yaman, segera Khalifa Umar dan Ali bin Abi Thalib mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais Al Qarni ada bersama mereka. Dia sedang menjaga unta-unta di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib segera pergi menjumpai Uwais Al Qarni.

Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib memberi salam, tapi rupanya Uwais sedang shalat, setelah mengakhiri shalatnya dengan salam, Uwais menjawab salamnya Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib sambil mendekati kedua sahabat Nabi tersebut dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah dengan segera membalikan telapak tangan Uwais, seperti yang dikatakan Nabi. Memang benar! tampaklah putih ditelapak tangan Uwais Al Qarni.

Wajah Uwais nampak bercahaya, benarlah seperti sabda Nabi. Bahwa ia adalah penghuni langit. Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib menanyakan namanya, dan dijawab "Abdullah", mendengar jawaban Uwais, mereka tertawa dan mengtakan,"Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah nama mu sebenarnya?", Uwais kemudian berkata, "nama saya Uwais Al Qarni".

mendengar perkataan Uwais, Khalifah berkata, "Kami datang kesini untuk mohon doa dan istigfar dari anda". Seperti dikatakan Rosulullah sebelum wafat. Karena desakan kedua sahabat ini, akhirnaya Uwais mengangkatkan tangan, berdoa dan membaca beristigfar. Setelah itu Khalifah Umar berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais untuk jaminan hidup. segera Uwais menampik dengan berkata, "Hamba mohon supaya hari ini saja, hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi."

  • Fenomena Ketiak Uwais Al Qarni Wafat


Beberapa tahun kemudian, Uwais Al Qarni berpulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang ingin berebut memandikannya. Dan ketika dibawa kepembaringan untuk dikafani, disana pun sudah banyak orang-orang yang berebut untuk mengkafaninya. Demikian pula ketika orang hendak pergi untuk menggali kuburnya, disana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kubarnya hingga selesai, ketika usungan dibawa kepekuburannya, luar biasa banyak orang yang berebut untuk mengusungnya. Meninggalnya Uwais Al Qarni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman, banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan.

Sedemikian banyak orang yang tak kenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, pada hal Uwais Al Qarni adalah seorang fakir dan tidak dihiraukan orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan kedalam kubur, disitu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu.

Penduduk kota Yaman tercengang, dan saling bertanya-tanya, "Siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais Al Qarni?, bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir, yang tidak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari hanyalah sebagai penggembala domba dan unta?. Tapi, ketika wafatnya, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak kami kenal. Mereka datang dengan jumlah sedemikian banyaknya, agaknya mereka adalah malaikat yang diturunkan ke bumi,
hanya mengurus jenazah dan pemakamannya.

Berita meninggalnya Uwais Al Qarni dan keanehan-keanehan yang terjadi ketika wafatnya telah tersebar kemana-mana. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya, siapa sebenarnya Uwais Al Qarni, selama ini tidak ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al Qarni, disebabkan permintaan Uwais Al Qarni sendiri kepada Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib agar merahasiakan tentang dia. Barulah di hari wafatnya mereka mendengar sebagai mana yang disabdakan oleh Nabi, bahwa Uwais Al Qarni adalah penduduk langit.

Begitulah Riwayat Uwais Al Qarni, seorang yang berbakti kepada orang tua, dan itu sesuai sabda Rasulullah ketika beliau ditanya tentang peranan kedua orang tua. Beliau menjawab, "Mereka adalah (yang menyebabkan) surga mu atau neraka mu."
(HR. Ibnu Majah).



Berikut film yang mencetritakan Riwayat Uwais Al Qarni Sang Penduduk Langit...



Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard. Google

2 comments: