Tragedi Bintaro 2
Tragedi Bintaro 2
![]() |
| Tragedi Kecelakaan Kereta |
Sembilan tahun lalu, tepatnya 9 Desember 2013,
sebuah kecelakaan maut yang melibatkan KRL rute Serpong-Tanah Abang dan truk
tangki Pertamina terjadi di Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan.
Dalam kecelakaan tersebut yang dikenal sebagai Tragedi Bintaro 2 tersebut, KRL
menabrak truk tangki yang bermuatan bahan bakar minyak 24.000 liter
diperlintasan Pondok Betung.
Tabrakan memicu ledakan besar dan kebakaran yang menghanguskan gerbong depan, tujuh
orang dikabarkan meninggal dalam tragedi tersebut, termasuk masinis Darman
Prasetyo 25 tahun, asisten masinis Agus Suroto 24 tahun, dan teknisi Sofyan
Hadi 20 tahun, dan puluhan lainnya luka-luka.
Penumpang mulai berteriak-teriak minta tolong agar pintu bisa terbuka. Beberapa
mencoba memecahkan kaca, sedangkan penumpang lainnya berebut keluar kereta
melalui sepasang pintu yang terbuka.
Dalam tragedi Bintaro 2 kali ini menyimpan
sebuah kisah heroik seorang teknisi KRL, yang bernama Sofyan Hadi. Yang mana
berdasarkan saksi seorang penumpang yang selamat, Sofyan sempat keluar dari
kabin masinis sebelum kecelakaan terjadi untuk mendatangi gerbong penumpang.
Sofyan memberitahu penumpang bahwa akan terjadi kecelakaan kereta dan meminta
penumpang digerbong depan diminta untuk menyelamatkan diri dengan cara pindah
ke gerbong lain.
Sofyan pun kembali ke kabin masinis menutup rapat pintu kabin, agar semburan
api pasca tabrakan tidak menjalar lebih jauh ke gerbong lainnya.
Tutur Bambang Eko Martono Diretur Sarana PT. Kereta Api Indonesia
“Sebenarnya ia memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri. Tapi dia memilih
untuk kembali ke ruangan tugasnya, apa yang dilakukannya memperlihatkan betapa
ia mendahulukan kepentingan orang lain daripada kementingan dirinya.”
dan untuk mengenang kepahlawanan Sofyan Hadi, namanya kemudian diabadikan di
Balai Pelatihan Teknik Perkeretaapian, Bekasi.
Sementara itu, nama masinis Darman Prasetyo disematkan di Balai Pelatihan
Teknik Traksi Yogyakarta dan nama Agus Suroto terpatri di Balai Pelatihan
Operasional dan Pemasaran di Bandung, nama mereka pun ditulis dalam sebuah
prasasti di Stasiun Tanah Abang.
Terimakasih penulis ucapkan kepada para pahlawan pengantar penumpang, baik moda angkutan darat, laut dan juga udara yang senantiasa mengutamakan keselamatan bagi penumpang, dan mengantarkan penumpang dengan selamat sampai tujuan, semoga lelahnya kalian dalam mengantar penumpang sampai ketujuannya, dengan bertemunya mereka kepada orang-orang yang dicintai akan mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Aamiin...
.png)


0 comments: